Home » » Kegunaan Sejarah

Kegunaan Sejarah

Written By Naufaldi Rafif Satriya on Thursday, August 4, 2011 | 8:05 PM

Orang tidak akan belajar sejarah kalau tidak ada gunanya. Kenyataan bahwa sejarah terus ditulis orang, di semua perdaban dan di sepanjang waktu, sebenarnya cukup menjadi bukti bahwa sejarah itu perlu. Tetapi bagi mereka yang meragukan hasil peradaban manusia ini. Sejarah itu berguna secara intrinsik dan ekstrinsik.
Kegunaan secara Intrinsik
Ada setidaknya empat guna sejarah secara intrinsik, yaitu 1) Sejarah sebagai ilmu 2) Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau 3) Sejarah sebagai pernyataan pendapat 4) Sejarah sebagai profesi

1. Sejarah sebagai ilmu
Banyak contoh sejarawan bukanlah orang yang terdidik untuk menjadi sejarawan, tetapi penulis sejarah dapat datang dari mana saja. Kenyataan bahwa sejarah menggunakan bahasa sehari-hari, tidak menggunakan istilah-istilah teknis, memperkuat keterbukaan itu asal dapat dipertanggungjawabkan sebagai ilmu.
Sejarah sebagai ilmu dapat berkembang dengan berbagai cara : 1) perkembangan dalam filsafat 2) perkembangan dalam teori sejarah 3) perkembangan dalam ilmu-ilmu lain 4) perkembangan dalam metode sejarah.

2. Sejarah sebagai cara mengetahui masa lampau
Bersama dengan mitos, sejarah adalah cara untuk mengetahui masa lampau. Bangsa yang belum mengenal tulisan menggunakan mitos, dan yang sudah mengenal tulisan pada umumnya mengandalkan sejarah. Ada setidaknya dua sikap terhadap sejarah setelah orang mengetahui masa lampaunya yaitu akan melestarikan ataupun menolak.

3. Sejarah sebagai pernyataan pendapat
Banyak penulis sejarah yang menggunakan ilmunya untuk menyatakan pendapat. Di sini akan diberikan contoh dalam penulisan sejarah Amerika, meskipun di tempat lain penggunaan sejaraah untuk menyatakan pendapat sellau terjadi. Di Amerika ada dua aliran yang sama-sama menggunakan sejarah yaitu konsensus dan konflik. Disebut konsensus karena mereka berpendapat bahwa dalam masyarakat selau ada konsensus, dan para sejarawan selalu bersikap konformistis, sebaliknya disebut konflik karena menekankan seolah-olah dalam masyarakat selalu terjadi pertentangan dan menganjurkan supaya orang bersikap kritis dalam berpikir tentag sejarah.

4. Sejarah sebagai profesi

Tidak semua lulusan sejarah dapat tertampung dalam profesi kesejarahan. Ada lulusan yang jadi karyawan pengusaha sepatu, farmasi, dan tidak sedikit yang menjadi guru di luar ilmunya.
Kegunaan secara Ekstrinsik

1. Kegunaan Edukatif
Kegunaan sejarah yang pertama adalah sebagai edukatif atau pelajaran. Banyak manusia yang belajar dari sejarah. Belajar dari pengalaman yang pernah dilakukan. Pengalaman tidak hanya terbatas pada pengalaman yang dialaminya sendiri, melainkan juga dari generasi sebelumnya.manusia melalui belajar dari sejarah dapat mengembangkan potensinya. Kesalahan pada masa lampau, baik kesalahan sendiri maupun kesalahan orang lain coba dihindari. Sementara itu, pengalaman yang baik justru harus ditiru dan dikembangkan. Dengan demikian, manusia dalam menjalani kehidupannya tidak berdasarkan coba-coba saja (trial and error), seperti yang dilakukan oleh binatang. Manusia harus berusaha menghindari kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

2.Kegunaan Inspiratif
Kegunaan sejarah yang kedua adalah sebagai inspiratif. Berbagai kisah sejarah dapat memberikan inspirasi pada pembaca dan pendengarnya. Belajar dari kebangkitan nasional yang dipelopori oleh berdirinya organisasi perjuangan yang modern di awal abad ke-20, masyarakat Indonesia sekarang berusaha mengembangkan kebangkitan nasional yang ke-2. Pada kebangkitan nasional yang pertama, Bangsa Indonesia berusaha merebut kemerdekaan yang sekarang ini sudah dirasakan hasilnya. Untuk mengembangkan dan mempertahankan kemerdekaan , Bangsa Indonesia ingin melakukan kebangkitan nasional yang ke-2 , dengan bercita-cita mengejar ketertinggalan dari bangsa asing. Bangsa Indonesia tidak hanya ingin merdeka, tetapi juga ingin menjadi bangsa yang maju, bangsa yang mampu menyejahterakan rakyatnya. Untuk itu, Bangsa Indonesia harus giat menguasai IPTEK karena melalui IPTEK yang dikuasai, Bangsa Indonesia berpeluang menjadi bangsa yang maju dan disegani, serta dapat ikut serta menjaga ketertiban dunia.

3. Kegunaan Rekreatif
Kegunaan sejarah yang ketiga adalah sebagai kegunaan rekreatif. Kegunaan sejarah sebagai kisah dapat memberi suatu hiburan yang segar. Melalui penulisan kisah sejarah yang menarik pembaca dapat terhibur. Gaya penulisan yang hidup dan komunikatif dari beberapa sejarawan terasa mampu “menghipnotis” pembaca.
Pembaca akan merasa nyaman membaca tulisan dari sejarawan. Konsekuensi rasa senang dan daya tarik penulisan kisah sejarah tersebut membuat pembaca menjadi senang. Membaca menjadi media hiburan dan rekreatif. Membaca telah menjadi bagian dari kesenangan. Membaca telah dirasakan sebagai suatu kebutuhan, yaitu kebutuhan rekreatif. Pembaca dalam mempelajari hasil penulisan sejarah tidak hanya merasa senang layaknya membaca novel, tetapi juga dapat berimajinasi ke masa lampau. Disini peran sejarawan dapat menjadi pemandu (guide). Orang yang ingin melihat situasi suatu daerah di masa lampau dapat membacanya dari hasil tulisan para sejarawan.

4. Kegunaan Instruktif
Sejarah dapat menjelaskan prinsip kerja teknik tertentu dari yang sederhana sampai perkembangannya yang paling canggih. Selain itu sejarah juga dapat menunjang bidang kejujuran dan ketrampilan seperti navigasi, teknologi senjata, teknik militer, dan jurnalistik.
Share this article :

0 komentar:

Post a Comment

Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

>TERIMA KASIH<

ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
 
Support : Ilmu Dunia dan Akhirat | I.D.D.A. | ILMU DUNIA DAN AKHIRAT
Copyright © 2013. I.D.D.A.╚ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger