Ilmu Dunia dan Akhirat Blog's. Mencari, Memahami dan Menyimpulkan. Ilmu Dunia dan Akhirat.

  • banners
  • Rangkuman Bab Jaringan Hewan Kelas XI Jurusan IPA



    Seperti pada tumbuhan, tubuh hewan juga multiseluler, terdiri atas
    bermacam-macam sel yang berbeda bentuk dan fungsinya. Sel-sel yang memiliki
    bentuk dan fungsi sama berkelompok membentuk jaringan. Pada hewan
    termasuk manusia terdapat dua kelompok jaringan, yaitu jaringan benih (germinal)
    dan jaringan tubuh (somatis). Jaringan benih (germinal), aktif membelah
    diri untuk menghasilkan benih baru. Jaringan tubuh (somatis), terdapat pada
    tubuh hewan atau manusia selama hidupnya. Jaringan somatis meliputi jaringan
    epitel, jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Gambar 2.12 berikut
    memperlihatkan berbagai jaringan pada manusia


    1. Jaringan Epitel
    Jaringan epitel merupakan jaringan yang membatasi dua lingkungan
    yang berbeda seperti dinding usus dengan rongga usus, dinding kantung
    kemih dengan rongga kemih, yang tersusun oleh selapis sel atau beberapa
    lapis sel. Jaringan epitel memiliki beberapa fungsi, antara lain sebagai
    pelindung, kelenjar, dan reseptor.

    Sebagai pelindung, jaringan epitel melindungi jaringan yang ada di
    bawahnya dari kerusakan mekanis karena tekanan, gesekan, radiasi ultraviolet,
    dan serangan mikroorganisme. Sebagai kelenjar, jaringan epitel terdapat
    pada saluran pencernaan yang menghasilkan enzim-enzim pencernaan.
    Epitelium yang melapisi saluran pernapasan mengeluarkan mukus atau lendir
    untuk menangkap partikel-partikel debu yang masuk dan sebagai pelindung
    dari kekeringan. Sebagai reseptor, epitelium yang terdapat pada alat indra
    berfungsi untuk menerima rangsang.Pada beberapa bagian tubuh, macammacam
    sel yang berbeda berbaur sehingga sulit diklasifikasikan. Berdasarkan
    bentuk dan susunannya, jaringan epitel dibedakan menjadi jaringan epitel
    sederhana, jaringan epitel berlapis, dan jaringan epitel kelenjar.

    a. Jaringan Epitel Sederhana
    Jaringan epitel sederhana terdiri atas selapis sel. Berdasarkan bentuk selsel
    penyusunnya, jaringan ini diklasifikasikan sebagai berikut.

    1) Epitel pipih selapis

    Sel-sel epitel ini pipih dan tipis,
    berisi sedikit sitoplasma yang membungkus
    inti di bagian tengah. Terdapat
    pada alveoli lapisan dalam
    pembuluh darah, pembuluh limfe,
    dan merupakan dinding pembuluh
    kapiler

    2) Epitel kubus selapis

    Epitel ini terdapat pada saluran
    kelenjar ludah, kelenjar keringat,
    saluran ginjal, dan kelenjar gondok
    (Gambar 2.14).

    3) Epitel silindris selapis

    Epitel ini terdiri atas selapis sel
    berbentuk panjang dan sempit.
    Jaringan ini melapisi seluruh saluran
    pencernaan yang diselingi oleh sel
    goblet yang menghasilkan mukus
    (lendir) untuk melindungi lambung
    dari asam lambung (Gambar 2.15).

    4) Epitel berlapis semu

    Jika kita perhatikan penampang
    jaringan ini (Gambar 2.16), akan
    tampak beberapa sel dengan
    ketinggian berbeda karena tidak semua
    sel mencapai permukaan yang bebas.
    Meskipun demikian, epitel ini terdiri
    atas selapis sel-sel tebal dan tiap-tiap
    selnya melekat pada membran basal.
    Jaringan epitelium ini dapat kita
    jumpai pada saluran kencing dan
    tenggorokan, uretra jantan, saluran
    reproduksi jantan, serta epididimis
    (saluran sperma).

    5) Epitel selapis bersilia

    Epitel bersilia terdiri atas sel-sel
    yang berbentuk silindris dengan silia
    pada tepi luarnya. Getaran silia
    menimbulkan aliran. Jaringan ini
    terdapat pada saluran telur, uterus,
    dan saluran pernapasan atas,


    b. Jaringan Epitel Berlapis

    Jaringan epitel berlapis terdiri
    atas beberapa lapis sel. Jika dibandingkan
    dengan epitel sederhana,
    jaringan ini memiliki bentuk dan
    susunan lebih kuat. Jaringan epitel
    berlapis meliputi epitel pipih berlapis
    yang terdapat pada sebagian
    esofagus; epitel kubus berlapis, yang
    terdapat pada saluran kelenjar
    keringat; dan epitel silindris berlapis
    yang terdapat pada saluran kelenjar
    susu, kelenjar ludah submandibula
    (Gambar 2.18).


    Jaringan 51
    5) Epitel selapis bersilia
    Epitel bersilia terdiri atas sel-sel
    yang berbentuk silindris dengan silia
    pada tepi luarnya. Getaran silia
    menimbulkan aliran. Jaringan ini
    terdapat pada saluran telur, uterus,
    dan saluran pernapasan atas, Lihat
    Gambar 2.17.

    b. Jaringan Epitel Berlapis

    Jaringan epitel berlapis terdiri
    atas beberapa lapis sel. Jika dibandingkan
    dengan epitel sederhana,
    jaringan ini memiliki bentuk dan
    susunan lebih kuat. Jaringan epitel
    berlapis meliputi epitel pipih berlapis
    yang terdapat pada sebagian
    esofagus; epitel kubus berlapis, yang
    terdapat pada saluran kelenjar
    keringat; dan epitel silindris berlapis
    yang terdapat pada saluran kelenjar
    susu, kelenjar ludah submandibula
    (Gambar 2.18).

    c. Jaringan Epitel Kelenjar
    Di antara sel-sel epitel dijumpai sel-sel goblet atau sekelompok sel goblet
    yang membentuk kelenjar bersel banyak. Epitelium yang banyak
    mengandung sel-sel goblet disebut membran mukosa. Ada dua tipe kelenjar,
    yaitu eksokrin dan endokrin. Disebut eksokrin jika sekresi kelenjar dialirkan
    ke permukaan melalui saluran, dan disebut endokrin jika sekresi kelenjar
    langsung masuk ke aliran darah. Kelenjar endokrin tidak memiliki saluran,
    misalnya kelenjar hormon.



    3. Jaringan Ikat

    Jaringan ikat merupakan penyokong utama tubuh hewan dan manusia.
    Sel-selnya berada dalam sejumlah besar matriks (bahan ekstraseluler) yang
    diekskresikan oleh sel-sel penyusunnya. Selain sebagai pembungkus dan
    pengikat berbagai organ tubuh, jaringan ini memiliki banyak fungsi, seperti
    melindungi tubuh dari serangan bakteri (jaringan ikat longgar), menghindari
    kehilangan panas (adiposum), memberi bentuk pada tubuh (skeleton) dan
    memproduksi darah (jaringan darah/hemopoietik). Jaringan ikat meliputi
    jaringan ikat sebenarnya, jaringan skeleton, dan jaringan darah.

    a. Jaringan Ikat sebenarnya



    Jaringan ini terdapat di seluruh bagian tubuh, di bawah kulit meng–
    hubungkan berbagai organ dan mengisi ruang antarjaringan yang berdekatan.
    Berdasarkan susunannya, jaringan ikat dibedakan atas jaringan ikat longgar,
    jaringan ikat padat, dan jaringan lemak (jaringan adiposum).

    Jaringan ikat longgar terdiri atas matriks (substansi dasar) yang mengandung
    macam-macam sel dan serabut, seperti tampak pada Gambar 2.19. Di dalam
    matriks terdapat 4 macam sel, yaitu fibroblas yang menghasilkan serabut
    kolagen, serabut elastis, dan matriks, sel cagak (mast cell) penghasil heparin
    (antipembekuan), sel lemak yang menimbun lemak, dan makrofag (sel ameboid
    yang memakan partikel asing), hal ini penting untuk melindungi tubuh

    dari bibit penyakit. Selain itu, dalam matriks juga terdapat dua macam serabut,
    yaitu serabut kolagen berupa berkas serabut yang fleksibel, tetapi tidak elastis
    dan serabut elastis yang fleksibel dan elastis. Serabut ini membentuk semacam
    jaring pada matriks. Fungsi jaringan ini menghubungkan berbagai jaringan,
    misalnya kulit dengan struktur di bawahnya.


    Jaringan ikat padat dibedakan antara jaringan ikat kolagen dan jaringan ikat
    elastis. Tendon yang melekatkan otot pada tulang merupakan contoh jaringan
    ikat kolagen, matriksnya mengandung berkas serabut kolagen yang padat,
    contoh lain aponeurosis. Pada jaringan ikat elastis matriks hanya mengandung
    serabut elastis, jaringan ini terdapat pada ligamen yang mengikat tulang-tulang
    dalam persendian, paru-paru, dinding trakea, pita suara.

    Jaringan lemak (adiposum) dalam matriks hanya sel-sel lemak, penting
    untuk menyimpan lemak cadangan. Pada kulit, adiposum berfungsi untuk
    mencegah kehilangan panas. Berbagai organ lunak, seperti jantung dan ginjal
    dikelilingi jaringan lemak sebagai pelindung.

    b. Jaringan Skeleton
    Skeleton berfungsi untuk penyokong tubuh, dilengkapi dengan rangka
    yang kaku. Seperti pada jaringan ikat, jaringan ini terdiri atas sel-sel yang
    terletak dalam matriks organik, tetapi matriksnya lebih keras. Pada vertebrata
    terdapat dua macam jaringan skeleton, yaitu tulang rawan (kartilago) dan
    tulang keras. Ikan bertulang rawan, seperti hiu dan ikan pari, seluruh
    rangkanya terdiri dari tulang rawan. Mamalia yang rangkanya sebagian besar
    tulang keras, memiliki tulang rawan pada persendian dan cawan-cawan
    antarvertebra.


    Tulang rawan (kartilago) tersusun oleh matriks organik yang mengandung
    sel-sel kondroblas. Sel-sel kondroblas menghasilkan matriks yang disebut
    kondrin. Tulang rawan dibedakan atas rawan hialin, rawan elastis, dan rawan
    fibrosa. Rawan hialin, matriksnya semitransparan mengandung kondroitin
    sulfat, perhatikan Gambar 2.20. Rawan hialin terdapat pada ujung-ujung
    tulang pipa, tulang rusuk, hidung, saluran pernapasan (laring, trakea, dan
    bronkus), dan rangka embrio.

    Rawan elastik, matriksnya agak keruh, mengandung serabut elastik kuning.
    Jika dibengkokkan, terasa lentur dan mudah kembali ke bentuk semula,
    contoh daun telinga, epiglotis, pembuluh Eustachius, tulang rawan pada
    faring. Rawan fibrosa, mengandung banyak berkas serabut kolagen yang padat
    dalam matriknya, memiliki daya regang yang lebih kuat daripada rawan
    hialin, contoh diskus antarruas tulang belakang dan simfisis pubis
    (persambungan tulang kemaluan).


    Tulang keras, lebih keras daripada tulang rawan karena matriksnya
    sebagian besar (70%) terdiri atas garam-garam anorganik terutama kalsium
    sulfat, 30% terdiri atas zat organik terutama serabut kolagen. Sel pembentuk
    tulang disebut osteoblas, yang menyekresikan bahan organik dan garam fosfat
    serta karbonat. Setelah sekeliling osteoblas menjadi keras, osteoblas dinamai
    osteosit. Berdasarkan susunan matriksnya, jaringan tulang keras dibedakan
    menjadi jaringan tulang kompak dan jaringan tulang spons (bunga karang).
    Tulang kompak, disebut demikian karena memiliki matriks yang padat.
    Gambar 2.21 merupakan penampang melintang jaringan tulang kompak.
    Pada gambar tampak sejumlah
    lamela konsentris mengelilingi sebuah
    saluran Havers. Pada lamela terdapat
    sejumlah lakuna berisi osteosit. Dari tiap
    lakuna memancar sejumlah saluran
    halus berisi sitoplasma disebut kanalikuli
    yang menghubungkan lakuna
    yang satu dengan lakuna yang lain.

    Hubungan ini berfungsi sebagai
    transportasi nutrisi.
    Di dalam saluran Havers terdapat
    pembuluh darah yang mengangkut
    nutrisi, gas pernapasan, serta zat-zat
    sisa dari dan ke osteosit. Saluran
    Havers juga mengandung pembuluh
    limfe dan serabut saraf yang terbungkus
    oleh jaringan ikat. Pada permukaan
    luar periostium dan permukaan
    dalam tulang, lamela tidak membentuk
    lingkaran. Di daerah ini terdapat
    saluran Volkman. Saluran ini mengandung
    pembuluh darah yang berhubungan
    dengan pembuluh darah di
    dalam saluran Havers.
    Matriks tulang kompak terdiri
    atas kolagen yang dihasilkan oleh
    osteoblas, dan bahan-bahan anorganik.
    Kombinasi antara zat organik
    dan zat anorganik menghasilkan
    sebuah struktur yang kuat. Jaringan
    tulang kompak terdapat di sepanjang
    tulang pipa. Jaringan yang memiliki
    komposisi hampir sama dengan


    tulang kompak adalah dentin yang terletak di antara email dan pulpa gigi.
    Matriksnya lebih keras daripada tulang kompak karena mengandung 75%
    bahan anorganik.

    Tulang spons (bunga karang) memiliki matriks yang mengandung lebih
    sedikit bahan anorganik (60-65%) dibandingkan dengan tulang kompak.
    Matriksnya berongga, berisi sumsum merah yang memproduksi sel-sel darah.
    Tulang spons terdapat pada epifisis tulang pipa, tulang pipih, dan tulang
    pendek.

    c. Jaringan Darah dan Limfe

    Jaringan darah tersusun oleh sel-sel darah merah (eritrosit), sel-sel darah
    putih (leukosit), dan keping-keping darah, berada dalam cairan yang disebut
    plasma. Plasma darah terdiri atas air yang mengandung berbagai zat terlarut
    yang dialirkan dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lain. Bahan makanan
    (glukosa, lemak, asam amino) dibawa dari usus ke hati, urea dari hati ke
    ginjal, dan hormon dari kelenjar buntu ke berbagai organ yang menjadi target.
    Sel darah merah (eritrosit) fungsi utamanya adalah membawa oksigen
    dari organ respirasi ke berbagai jaringan. Sel darah putih (leukosit) berfungsi
    untuk membunuh bibit penyakit. Leukosit dibedakan atas eosinofil, netrofil,
    basofil (dihasilkan oleh sumsum merah) dan limfosit, monosit (dihasilkan
    oleh jaringan limpoid). Jaringan sumsum merah dan limpoid disebut jaringan
    hemopoitik).

    Keping darah berperan dalam pembekuan darah. Untuk jelasnya, pelajari
    bagan darah pada Gambar 2.22. Limfe (getah bening) mengandung zat-zat
    seperti plasma dengan konsentrasi yang berbeda. Di dalam limfe tidak ada
    sel darah merah, tetapi ada limfosit sebagai fagosit


    3. Jaringan Otot
    Kira-kira 40% dari berat tubuh manusia terdiri atas jaringan otot yang
    berasal dari lapisan embrional, dibangun oleh sel-sel khusus yang mampu
    berkontraksi karena mengandung miofibril sebagai elemen kontraktil. Karena
    kemampuannya berkontraksi, jaringan otot berfungsi sebagai alat gerak aktif.
    Pada vertebrata termasuk manusia, gerakan anggota gerak dan tubuh
    secara keseluruhan disebabkan oleh kontraksi otot yang melekat pada
    rangka, sedangkan pada organ yang berongga seperti saluran pencernaan
    dan pembuluh darah, terdapat jaringan otot yang berkontraksi untuk
    menekan isi organ tersebut sehingga terjadi gerakan makanan dalam usus
    dan aliran darah ke seluruh tubuh. Berdasarkan struktur dan cara kerjanya
    ada tiga macam otot, yaitu otot polos, otot lurik, dan otot jantung.


    4. Jaringan Saraf
    Jaringan saraf tersusun oleh kumpulan sel saraf yang disebut neuron.
    Neuron merupakan kesatuan fungsional dari sistem saraf yang memiliki
    konduktivitas (kemampuan menghantar impuls) sehingga terjadi komunikasi
    antara reseptor (sel atau organ yang menerima rangsang, seperti sel-sel saraf
    sensorik pada kulit) dan efektor (jaringan atau organ yang mereaksi rangsang,
    seperti otot atau kelenjar). Jaringan saraf juga memiliki sel-sel reseptor yang
    terbungkus oleh jaringan ikat.
    Berdasarkan fungsinya ada tiga macam neuron, yaitu neuron sensorik, neuron
    motorik, dan neuron penghubung. Neuron yang menyampaikan impuls ke
    pusat saraf (otak dan sumsum tulang belakang) disebut neuron aferen atau neuron
    sensorik, sedangkan neuron eferen atau neuron motorik membawa impuls
    ke luar dari pusat saraf. Neuron penghubung menghubungkan neuron sensorik
    dengan neuron motorik. Neuron ini memiliki dendrit ataupun akson yang
    berhubungan dengan neuron lain.



    Tiap akson berisi aksoplasma
    yang berhubungan dengan sitoplasma
    pada badan sel, dan terbungkus oleh
    selaput tipis yang merupakan kelanjutan
    dari membran plasma pada
    badan sel. Akson ataupun dendrit
    yang berukuran panjang dilapisi
    seludang mielin yang berfungsi
    sebagai isolator. Di sebelah luarnya
    dibungkus oleh selaput neurilemma,
    sel Schwann berperan dalam nutrisi, regenerasi akson yang rusak atau putus
    dan membentuk selaput mielin. Di antara dua sel Schwann terdapat node of
    Ranvier (simpul Ranvier).

















    Tag : SCIENCE
    5 Komentar untuk "Rangkuman Bab Jaringan Hewan Kelas XI Jurusan IPA"

    Berbagi pelajaran sekolah di Blog ternyata seruh juga ya,,, mantap sob!

    iya.. :)
    bikin pelajar indo semngat dlm belajar..hehee

    tahun besok mampir k tmpt Q yc....

    Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

    Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

    "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

    >TERIMA KASIH<

    ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
    Back To Top