Home » » Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan

Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan

Written By Naufaldi Rafif Satriya on Thursday, October 25, 2012 | 10:33 PM




Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan | saya akan share sebuah pengetahuan mengenai kandungan makanan yang sehari hari kita butuhkan seperti vitamin dan karbohidrat. | Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan ini semoga bisa jadi referensi kita semua | Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan.


A Zat-Zat Makanan

Pada umumnya, orang lebih fokus pada jenis makanan berdasarkan
rasanya dibandingkan nilai nutrisi yang dikandungnya. Padahal, makanan
yang kita makan sangat penting untuk menyediakan zat yang dibutuhkan
tubuh (Gambar 6.1). Apa yang terjadi jika makanan yang kita makan tidak
mengandung nutrisi yang dibutuhkan? Pengetahuan dasar tentang nutrisi
dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga kita
dapat menyusun menu makan yang sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

Makanan menyediakan energi yang kita butuhkan untuk melakukan
beragam aktivitas. Makanan juga memberi bahan baku baru bagi tubuh untuk
menyintesis berbagai jenis zat dan bahan, bahkan sebagai bahan dasar untuk
mengganti organel atau sel yang rusak. Oleh karena itu, pengetahuan
mengenai makanan yang baik sangat penting untuk kita.

Nutrien adalah zat kimiawi yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan
energi, membangun sel-sel baru, atau berfungsi dalam reaksi-reaksi kimia
lainnya. Nutrien dapat dibagi menjadi enam kelompok utama, yaitu
karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Nutrien-nutrien inilah
yang memenuhi kebutuhan utama tubuh. Fungsi nutrien sebagai berikut.

1. Menyediakan energi, sebagai bahan bakar untuk aktivitas dan
metabolisme seluler

2. Membangun komponen-komponen kimia, seperti asam amino untuk
menciptakan molekul kompleks yang unik pada setiap hewan

3. Mineral dan vitamin yang berpartisipasi dalam bermacam-macam reaksi
metabolik.

1. Karbohidrat
Karbohidrat adalah molekul kompleks yang terdiri atas polisakarida.
Pada proses pencernaan enzimatik, polisakarida akan dihidrolisis menjadi
monosakarida dan disakarida. Contoh polisakarida adalah pati, glikogen,
dan selulosa. Pati (amilum atau zat tepung) adalah cadangan energi yang
disimpan dalam umbi (misalnya pada ubi jalar), umbi akar (misalnya pada
singkong), atau biji-bijian. Glikogen adalah molekul penyimpan energi yang
banyak terdapat di dalam otot, hati hewan dan jamur. Adapun selulosa
banyak terdapat di dinding sel tumbuhan. Manusia dapat memecah ikatan
molekul-molekul glukosa pada pati (amilum) dan glikogen, tetapi tidak dapat
mencerna selulosa.


Contoh disakarida adalah sukrosa. Contoh sukrosa yang paling mudah
adalah gula yang biasa kita gunakan sehari-hari. Sukrosa merupakan glukosa
dan fruktosa yang bergabung menjadi satu molekul. Sukrosa banyak terdapat
dalam tebu, gula bit, dan madu.

Sebelum diserap oleh tubuh, fruktosa, galaktosa, dan monosakarida
lainnya diubah menjadi glukosa oleh hati. Glukosa merupakan sumber energi
utama dalam sel untuk menghasilkan energi siap guna yang disebut ATP
(adenosine triphosphate).

Kelebihan glukosa oleh tubuh disimpan dalam sel otot dan hati dalam
bentuk glikogen. Ketika dibutuhkan, glikogen dengan cepat diubah lagi
menjadi glukosa. Namun, kemampuan hati dan jaringan otot dalam
menyimpan glikogen terbatas. Oleh karena itu, kelebihan glukosa diubah
menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adiposa.

Setiap satu gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kilokalori. Satu kalori
adalah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar
1°C. Hingga saat ini, belum diketahui berapa jumlah karbohidrat yang
sebaiknya dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat akan
menghasilkan timbunan protein dan lemak.


2. Lemak
Sekitar 95% lemak dalam makanan mantsia dalam bentuk trigliserol atau
disebut juga trigliserida. Trigliserida terdiri atas tiga asam lemak yang terpaut
pada molekul gliserol. Asam lemak dapat dibagi menjadi dua, yaitu asam
lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh banyak terdapat
dalam daging, susu, keju, mentega, dan telur. Lemak tak jenuh banyak terdapat
dalam minyak kelapa, minyak kedelai, ikan, dan minyak jagung.
Lima persen jenis lemak sisanya, terdiri atas kolesterol dan fosfolipid,
seperti lecitin. Kolesterol banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada otak,
hati, dan kuning telur. Secara keseluruhan juga banyak ditemukan dalam susu,
keju, mentega, dan daging

Dalam kondisi berlebih, asam lemak jenuh dapat meningkatkan
kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memberikan masalah
pada jantung dan pembuluh darah.


Fosfolipid adalah komponen utama pembentuk membran sel, dan biasanya
ditemukan pada banyak makanan. Sumber lecitin yang baik adalah putih telur.
Trigliserida adalah sumber energi penting yang dapat digunakan untuk
memproduksi molekul ATP. Trigliserida menghasilkan energi lebih banyak
dibandingkan dengan karbohidrat. Satu gram lemak secara keseluruhan dapat
menghasilkan energi sebesar 9,3 kilokalori. Beberapa sel, seperti sel otot rangka
mendapatkan energi utamanya dari trigliserida.

Lemak merupakan komponen pembangun sel. Selain itu, lemak dapat
melarutkan vitamin A, D, E dan K sehingga membantu penyerapan vitamin
tersebut oleh tubuh. Lemak juga dapat melindungi alat-alat tubuh dan dapat
menjaga suhu tubuh stabil.

Setelah makan, trigliserida berlebih yang tidak digunakan, akan
disimpan dalam jaringan adiposa atau dalam hati. Jika diperlukan, trigliserida
akan dipecah, asam lemak akan dilepas dalam darah sehingga dapat
digunakan oleh berbagai macam jaringan dalam tubuh. Sebagai penyimpan
energi, jaringan adiposa banyak terdapat di bawah kulit untuk isolator
pencegah hilangnya panas tubuh.
Kolesterol merupakan komponen dalam membran plasma. Kolesterol
dapat dimodifikasi menjadi bentuk molekul penting lainnya, seperti garam
empedu dan hormon steroid. Garam empedu sangat penting untuk
pencernaan dan absorpsi lemak. Sementara itu, hormon steroid terdiri atas
hormon-hormon, seperti estrogen, progesteron, dan testosteron.


3. Protein
Protein dibentuk oleh banyak asam amino yang panjang dan membentuk
rantai kompleks. Protein dalam tubuh manusia dibangun oleh 20 asam amino
yang berbeda. Asam amino dapat dibagi menjadi dua, yaitu asam amino
esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial merupakan
asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri dalam tubuh. Tubuh kita
memperoleh asam amino dari makanan yang kita makan. Terdapat sepuluh


asam amino esensial, yaitu isoleusin, leusin, lisin, fenilalanin, metionin,
treonin, triptofan, valin, histidin, dan arginin (hanya diperlukan oleh
balita). Sebaliknya, asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat
disintesis sendiri di dalam tubuh kita.

Jenis kandungan protein pada makanan dibagi menjadi dua, yaitu protein
lengkap dan protein tidak lengkap. Protein lengkap adalah protein yang
mengandung semua asam amino esensial, sedangkan protein tidak lengkap
adalah protein yang hanya mengandung sebagian asam amino esensial.
Protein lengkap banyak terdapat dalam daging, ikan, unggas-unggasan, susu,
keju, dan telur. Protein tidak lengkap banyak terdapat dalam daun sayuran
hijau, padi-padian, dan kacang-kacangan (Gambar 6.4).

Sel dalam makhluk hidup disusun oleh protein. Dalam membran sel,
terdapat protein yang berfungsi menjadi molekul reseptor dan fasilitator
bagi molekul-molekul tertentu ketika melewati membran plasma. Sintesis
protein dalam pembentukan enzim dan hormon membutuhkan asam-asam
amino yang telah diuraikan pada proses pencernaan protein. Protein dalam
darah juga berfungsi dalam mempertahankan pH darah (sebagai buffer).
Protein yang berlebih dapat disimpan dalam bentuk lemak dan glikogen.
Meskipun bukan sebagai penghasil energi utama, 1 gram protein dapat
menghasilkan energi sebesar 4,1 kilokalori.

4. Vitamin dan Mineral
Vitamin dibutuhkan dalam jumlah yang relatif lebih kecil dibandingkan
dengan bahan makanan yang lain. Vitamin membantu enzim dalam
mengkatalis reaksi-reaksi kimia tertentu dalam tubuh. Vitamin juga penting
bagi pertumbuhan, kesehatan, dan reproduksi. Kebanyakan vitamin tidak
dapat diproduksi sendiri sehingga kita harus memperolehnya dari luar melalui
makanan. Jika seseorang mengalami kekurangan vitamin dia akan mengalami
avitaminosis.

Vitamin mudah rusak atau kehilangan fungsinya jika mengalami
pemanasan berlebih. Pada umumnya, penderita avitaminosis tidak
memperoleh vitamin karena kesalahan dalam mengolah makanan.
Vitamin dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu vitamin
yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Sebagian besar
vitamin larut dalam air, hanya vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam
lemak. Oleh karena larut dalam lemak, waktu retensi (waktu tinggal) vitaminvitamin
tersebut lebih lama.

Vitamin terdapat dalam jumlah yang sedikit pada makanan, tetapi sangat
penting untuk metabolisme yang normal. Pada umumnya, vitamin tidak dapat
diproduksi sendiri dalam tubuh sehingga harus kita dapatkan dalam makanan
kita. Kekurangan salah satu vitamin dalam makanan, dapat menyebabkan
penyakit tertentu.

Vitamin dipecah secara katabolisme, tetapi digunakan tubuh dalam
bentuk aslinya atau dalam bentuk modifikasinya. Ketika struktur kimia
vitamin rusak, vitamin kehilangan fungsinya. Vitamin seperti riboflavin, asam
pantotenat, niasin, dan biotin sangat penting untuk memproduksi energi.
Sementara itu, asam folat dan vitamin B12 terlibat dalam sintesis asam nukleat.
Retinol, thiamin, dan vitamin C, D dan E sangat penting untuk pertumbuhan.
Vitamin K sangat penting untuk sintesis protein pembeku darah.

Vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K diabsorpsi
di sepanjang usus oleh lemak. Beberapa vitamin tersebut disimpan dalam waktu
yang lama di dalam tubuh. Oleh karena itu, vitamin dapat terakumulasi hingga
mencapai titik toksik yang disebut hipervitaminosis. Vitamin yang larut dalam


Mineral merupakan komponen dari enzim. Mineral menambah kekuat`n
pada tulang dan gigi, serta sangat penting untuk aktivitas saraf dan otot.
Mineral berfungsi juga sebagai penyangga (buffer) dan terlibat dalam proses
perubahan energi serta osmosis. Mineral didapat dalam bentuk aslinya atau
dalam kombinasi dengan molekul organik lain. Sumber mineral dapat berasal
dari hewan maupun tumbuhan. Mineral diserap dari tumbuhan, tetapi dalam
jumlah yang sangat sedikit karena biasanya mineral terdapat dalam serat
tumbuhan. Contoh makanan yang banyak mengandung mineral adalah
sereal, roti, lemak, dan gula. Berikut tabel contoh beberapa mineral beserta
sumber, fungsi, dan gejala kekurangannya


Terima Kasih telah membacanya.. JIka berminat baca juga Puisi untuk ayah dan Cinta Pandangan Pertama? Cinta Karena Nafsu



Share this article :

1 komentar:

Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

>TERIMA KASIH<

ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
 
Support : Ilmu Dunia dan Akhirat | I.D.D.A. | ILMU DUNIA DAN AKHIRAT
Copyright © 2013. I.D.D.A.╚ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger