Ilmu Dunia dan Akhirat Blog's. Mencari, Memahami dan Menyimpulkan. Ilmu Dunia dan Akhirat.

  • banners
  • Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan




    Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan | saya akan share sebuah pengetahuan mengenai kandungan makanan yang sehari hari kita butuhkan seperti vitamin dan karbohidrat. | Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan ini semoga bisa jadi referensi kita semua | Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan.


    A Zat-Zat Makanan

    Pada umumnya, orang lebih fokus pada jenis makanan berdasarkan
    rasanya dibandingkan nilai nutrisi yang dikandungnya. Padahal, makanan
    yang kita makan sangat penting untuk menyediakan zat yang dibutuhkan
    tubuh (Gambar 6.1). Apa yang terjadi jika makanan yang kita makan tidak
    mengandung nutrisi yang dibutuhkan? Pengetahuan dasar tentang nutrisi
    dapat membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut sehingga kita
    dapat menyusun menu makan yang sehat untuk dikonsumsi setiap hari.

    Makanan menyediakan energi yang kita butuhkan untuk melakukan
    beragam aktivitas. Makanan juga memberi bahan baku baru bagi tubuh untuk
    menyintesis berbagai jenis zat dan bahan, bahkan sebagai bahan dasar untuk
    mengganti organel atau sel yang rusak. Oleh karena itu, pengetahuan
    mengenai makanan yang baik sangat penting untuk kita.

    Nutrien adalah zat kimiawi yang dibutuhkan tubuh untuk menghasilkan
    energi, membangun sel-sel baru, atau berfungsi dalam reaksi-reaksi kimia
    lainnya. Nutrien dapat dibagi menjadi enam kelompok utama, yaitu
    karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Nutrien-nutrien inilah
    yang memenuhi kebutuhan utama tubuh. Fungsi nutrien sebagai berikut.

    1. Menyediakan energi, sebagai bahan bakar untuk aktivitas dan
    metabolisme seluler

    2. Membangun komponen-komponen kimia, seperti asam amino untuk
    menciptakan molekul kompleks yang unik pada setiap hewan

    3. Mineral dan vitamin yang berpartisipasi dalam bermacam-macam reaksi
    metabolik.

    1. Karbohidrat
    Karbohidrat adalah molekul kompleks yang terdiri atas polisakarida.
    Pada proses pencernaan enzimatik, polisakarida akan dihidrolisis menjadi
    monosakarida dan disakarida. Contoh polisakarida adalah pati, glikogen,
    dan selulosa. Pati (amilum atau zat tepung) adalah cadangan energi yang
    disimpan dalam umbi (misalnya pada ubi jalar), umbi akar (misalnya pada
    singkong), atau biji-bijian. Glikogen adalah molekul penyimpan energi yang
    banyak terdapat di dalam otot, hati hewan dan jamur. Adapun selulosa
    banyak terdapat di dinding sel tumbuhan. Manusia dapat memecah ikatan
    molekul-molekul glukosa pada pati (amilum) dan glikogen, tetapi tidak dapat
    mencerna selulosa.


    Contoh disakarida adalah sukrosa. Contoh sukrosa yang paling mudah
    adalah gula yang biasa kita gunakan sehari-hari. Sukrosa merupakan glukosa
    dan fruktosa yang bergabung menjadi satu molekul. Sukrosa banyak terdapat
    dalam tebu, gula bit, dan madu.

    Sebelum diserap oleh tubuh, fruktosa, galaktosa, dan monosakarida
    lainnya diubah menjadi glukosa oleh hati. Glukosa merupakan sumber energi
    utama dalam sel untuk menghasilkan energi siap guna yang disebut ATP
    (adenosine triphosphate).

    Kelebihan glukosa oleh tubuh disimpan dalam sel otot dan hati dalam
    bentuk glikogen. Ketika dibutuhkan, glikogen dengan cepat diubah lagi
    menjadi glukosa. Namun, kemampuan hati dan jaringan otot dalam
    menyimpan glikogen terbatas. Oleh karena itu, kelebihan glukosa diubah
    menjadi lemak dan disimpan dalam jaringan adiposa.

    Setiap satu gram karbohidrat akan menghasilkan 4,1 kilokalori. Satu kalori
    adalah energi yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu satu kilogram air sebesar
    1°C. Hingga saat ini, belum diketahui berapa jumlah karbohidrat yang
    sebaiknya dikonsumsi. Terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat akan
    menghasilkan timbunan protein dan lemak.


    2. Lemak
    Sekitar 95% lemak dalam makanan mantsia dalam bentuk trigliserol atau
    disebut juga trigliserida. Trigliserida terdiri atas tiga asam lemak yang terpaut
    pada molekul gliserol. Asam lemak dapat dibagi menjadi dua, yaitu asam
    lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh. Asam lemak jenuh banyak terdapat
    dalam daging, susu, keju, mentega, dan telur. Lemak tak jenuh banyak terdapat
    dalam minyak kelapa, minyak kedelai, ikan, dan minyak jagung.
    Lima persen jenis lemak sisanya, terdiri atas kolesterol dan fosfolipid,
    seperti lecitin. Kolesterol banyak ditemukan dalam konsentrasi tinggi pada otak,
    hati, dan kuning telur. Secara keseluruhan juga banyak ditemukan dalam susu,
    keju, mentega, dan daging

    Dalam kondisi berlebih, asam lemak jenuh dapat meningkatkan
    kolesterol darah. Kadar kolesterol yang tinggi dapat memberikan masalah
    pada jantung dan pembuluh darah.


    Fosfolipid adalah komponen utama pembentuk membran sel, dan biasanya
    ditemukan pada banyak makanan. Sumber lecitin yang baik adalah putih telur.
    Trigliserida adalah sumber energi penting yang dapat digunakan untuk
    memproduksi molekul ATP. Trigliserida menghasilkan energi lebih banyak
    dibandingkan dengan karbohidrat. Satu gram lemak secara keseluruhan dapat
    menghasilkan energi sebesar 9,3 kilokalori. Beberapa sel, seperti sel otot rangka
    mendapatkan energi utamanya dari trigliserida.

    Lemak merupakan komponen pembangun sel. Selain itu, lemak dapat
    melarutkan vitamin A, D, E dan K sehingga membantu penyerapan vitamin
    tersebut oleh tubuh. Lemak juga dapat melindungi alat-alat tubuh dan dapat
    menjaga suhu tubuh stabil.

    Setelah makan, trigliserida berlebih yang tidak digunakan, akan
    disimpan dalam jaringan adiposa atau dalam hati. Jika diperlukan, trigliserida
    akan dipecah, asam lemak akan dilepas dalam darah sehingga dapat
    digunakan oleh berbagai macam jaringan dalam tubuh. Sebagai penyimpan
    energi, jaringan adiposa banyak terdapat di bawah kulit untuk isolator
    pencegah hilangnya panas tubuh.
    Kolesterol merupakan komponen dalam membran plasma. Kolesterol
    dapat dimodifikasi menjadi bentuk molekul penting lainnya, seperti garam
    empedu dan hormon steroid. Garam empedu sangat penting untuk
    pencernaan dan absorpsi lemak. Sementara itu, hormon steroid terdiri atas
    hormon-hormon, seperti estrogen, progesteron, dan testosteron.


    3. Protein
    Protein dibentuk oleh banyak asam amino yang panjang dan membentuk
    rantai kompleks. Protein dalam tubuh manusia dibangun oleh 20 asam amino
    yang berbeda. Asam amino dapat dibagi menjadi dua, yaitu asam amino
    esensial dan asam amino nonesensial. Asam amino esensial merupakan
    asam amino yang tidak dapat disintesis sendiri dalam tubuh. Tubuh kita
    memperoleh asam amino dari makanan yang kita makan. Terdapat sepuluh


    asam amino esensial, yaitu isoleusin, leusin, lisin, fenilalanin, metionin,
    treonin, triptofan, valin, histidin, dan arginin (hanya diperlukan oleh
    balita). Sebaliknya, asam amino nonesensial adalah asam amino yang dapat
    disintesis sendiri di dalam tubuh kita.

    Jenis kandungan protein pada makanan dibagi menjadi dua, yaitu protein
    lengkap dan protein tidak lengkap. Protein lengkap adalah protein yang
    mengandung semua asam amino esensial, sedangkan protein tidak lengkap
    adalah protein yang hanya mengandung sebagian asam amino esensial.
    Protein lengkap banyak terdapat dalam daging, ikan, unggas-unggasan, susu,
    keju, dan telur. Protein tidak lengkap banyak terdapat dalam daun sayuran
    hijau, padi-padian, dan kacang-kacangan (Gambar 6.4).

    Sel dalam makhluk hidup disusun oleh protein. Dalam membran sel,
    terdapat protein yang berfungsi menjadi molekul reseptor dan fasilitator
    bagi molekul-molekul tertentu ketika melewati membran plasma. Sintesis
    protein dalam pembentukan enzim dan hormon membutuhkan asam-asam
    amino yang telah diuraikan pada proses pencernaan protein. Protein dalam
    darah juga berfungsi dalam mempertahankan pH darah (sebagai buffer).
    Protein yang berlebih dapat disimpan dalam bentuk lemak dan glikogen.
    Meskipun bukan sebagai penghasil energi utama, 1 gram protein dapat
    menghasilkan energi sebesar 4,1 kilokalori.

    4. Vitamin dan Mineral
    Vitamin dibutuhkan dalam jumlah yang relatif lebih kecil dibandingkan
    dengan bahan makanan yang lain. Vitamin membantu enzim dalam
    mengkatalis reaksi-reaksi kimia tertentu dalam tubuh. Vitamin juga penting
    bagi pertumbuhan, kesehatan, dan reproduksi. Kebanyakan vitamin tidak
    dapat diproduksi sendiri sehingga kita harus memperolehnya dari luar melalui
    makanan. Jika seseorang mengalami kekurangan vitamin dia akan mengalami
    avitaminosis.

    Vitamin mudah rusak atau kehilangan fungsinya jika mengalami
    pemanasan berlebih. Pada umumnya, penderita avitaminosis tidak
    memperoleh vitamin karena kesalahan dalam mengolah makanan.
    Vitamin dapat dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu vitamin
    yang larut dalam air dan vitamin yang larut dalam lemak. Sebagian besar
    vitamin larut dalam air, hanya vitamin A, D, E, dan K yang larut dalam
    lemak. Oleh karena larut dalam lemak, waktu retensi (waktu tinggal) vitaminvitamin
    tersebut lebih lama.

    Vitamin terdapat dalam jumlah yang sedikit pada makanan, tetapi sangat
    penting untuk metabolisme yang normal. Pada umumnya, vitamin tidak dapat
    diproduksi sendiri dalam tubuh sehingga harus kita dapatkan dalam makanan
    kita. Kekurangan salah satu vitamin dalam makanan, dapat menyebabkan
    penyakit tertentu.

    Vitamin dipecah secara katabolisme, tetapi digunakan tubuh dalam
    bentuk aslinya atau dalam bentuk modifikasinya. Ketika struktur kimia
    vitamin rusak, vitamin kehilangan fungsinya. Vitamin seperti riboflavin, asam
    pantotenat, niasin, dan biotin sangat penting untuk memproduksi energi.
    Sementara itu, asam folat dan vitamin B12 terlibat dalam sintesis asam nukleat.
    Retinol, thiamin, dan vitamin C, D dan E sangat penting untuk pertumbuhan.
    Vitamin K sangat penting untuk sintesis protein pembeku darah.

    Vitamin yang larut dalam lemak, seperti vitamin A, D, E dan K diabsorpsi
    di sepanjang usus oleh lemak. Beberapa vitamin tersebut disimpan dalam waktu
    yang lama di dalam tubuh. Oleh karena itu, vitamin dapat terakumulasi hingga
    mencapai titik toksik yang disebut hipervitaminosis. Vitamin yang larut dalam


    Mineral merupakan komponen dari enzim. Mineral menambah kekuat`n
    pada tulang dan gigi, serta sangat penting untuk aktivitas saraf dan otot.
    Mineral berfungsi juga sebagai penyangga (buffer) dan terlibat dalam proses
    perubahan energi serta osmosis. Mineral didapat dalam bentuk aslinya atau
    dalam kombinasi dengan molekul organik lain. Sumber mineral dapat berasal
    dari hewan maupun tumbuhan. Mineral diserap dari tumbuhan, tetapi dalam
    jumlah yang sangat sedikit karena biasanya mineral terdapat dalam serat
    tumbuhan. Contoh makanan yang banyak mengandung mineral adalah
    sereal, roti, lemak, dan gula. Berikut tabel contoh beberapa mineral beserta
    sumber, fungsi, dan gejala kekurangannya


    Terima Kasih telah membacanya.. JIka berminat baca juga Puisi untuk ayah dan Cinta Pandangan Pertama? Cinta Karena Nafsu



    Tag : SCIENCE
    1 Komentar untuk "Rangkuman Zat Zat Kandungan dalam Makanan"

    Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

    Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

    "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

    >TERIMA KASIH<

    ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
    Back To Top