Home » » Rangkuman dan Soal Latihan Sistem Alat Indra Pada Manusia

Rangkuman dan Soal Latihan Sistem Alat Indra Pada Manusia

Written By Naufaldi Rafif Satriya on Sunday, November 4, 2012 | 10:49 PM


Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia

Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia | Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia saya akan share mengenai science. Yup.. merupakan sebuah rangkuman beserta soal yang berisis system alat indra pada manusia sehingga kawan-kawan bisa belajar dengan baik dan benar. | Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia saya share bermaksud untuk berbagi ilmu saja tidak usah ribet langsung di baca dan di kerjakan soalnya kawan. | Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia selamat anda kerjakan

Blog ini memang saya rangcang untuk campur aduk. Antara ini dan itu. Jadi ga usah khawatir. Apa aja di sini ada. Diary, soal SMA, puisi, science, sains dan lain lain terutama Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia.  Jadi tunggu apa lagi?? Langsung di lihat dan di kerjakan soalnya. Jika pengen request mengenai Soal SMA yang lain silahkan mengisi commentar pada Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia di bawah ini :

Masuknya rangsang atau impuls saraf ke dalam tubuh melalui sensor
yang disebut indra. Impuls yang dapat diterima oleh indra tersebut dapat
berupa panas, tekanan, cahaya, rangsang kimia, atau gelombang suara. Dalam
tubuh terdapat lima sistem indra, yaitu mata, telinga, hidung, kulit, dan
lidah.

1. Mata
Mata merupakan alat indra yang dapat menerima rangsang cahaya. Mata
dapat dibedakan menjadi tiga lapisan berbeda, yaitu:
a. lapisan luar yang terdiri atas sklera dan kornea;
b. lapisan tengah yang berisi koroid, badan silia, dan iris;
c. lapisan dalam, tempat retina.
Bagian mata yang paling besar dan berwarna putih adalah sklera. Sklera
merupakan tempat otot mata melekat, di dalamnya terdapat jaringan ikat
yang berwarna putih.

Lapisan bening di depan sklera, tempat cahaya masuk dinamakan
kornea. Di dalam kornea terdapat cairan pengisi mata, yaitu aqueos humor.
Cahaya yang masuk mata diatur intensitasnya oleh sebuah kepingan
yang bernama iris. Iris mempunyai banyak pembuluh darah dan mengandung
pigmen warna yang menyebabkan adanya perbedaan warna pada mata.
Fungsi iris mirip dengan diafragma pada kamera foto. Jika intensitas cahaya
tinggi, lubang tempat cahaya masuk dipersempit. Begitu pula sebaliknya.
Pada iris, bagian lubang yang berubah sesuai dengan intensitas cahaya yang
masuk dinamakan pupil. Pupil terletak di bagian tengah iris. Pupil inilah
yang merupakan gerbang cahaya masuk ke mata. Pergerakan pupil didukung
oleh otot halus yang berada di sekitar pupil.

Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia

Di belakang iris terdapat sebuah lensa bikonveks untuk memfokuskan
cahaya yang masuk sehingga bayangan yang dilihat jelas. Pergerakan lensa
dilakukan oleh suatu otot mata. Lensa dibangun oleh protein yang disebut
protein kristalin. Protein tersebut sang`t jernih sehingga memungkinkan
cahaya masuk ke dalam mata. Kemampuan mata untuk memfokuskan cahaya
yang masuk disebut daya akomodasi mata. Seperti halnya kamera fotografi,
mata mempunyai jarak fokus terdekat maksimal untuk dapat berakomodasi.
Sementara itu, untuk pandangan jarak jauh fokus lensa mata tidak terbatas.
Di antara retina dan iris, terdapat cairan pengisi yang disebut cairan
vitreal. Pada bagian retina inilah, rangsang cahaya diubah menjadi impuls
saraf yang dikirim ke sistem saraf pusat. Bayangan yang dibiaskan oleh
lensa mata akan jatuh di daerah sempit di retina yang disebut fovea.
Pada retina terdapat sel batang yang sensitif terhadap cahaya redup
dan tidak dapat membedakan warna. Selain itu, terdapat juga sel kerucut
yang sensitif terhadap cahaya terang dan dapat membedakan warna. Sel
batang dan sel kerucut banyak mengandung pigmen penglihatan retinal
(turunan vitamin A) yang terikat pada protein membran yang disebut opsin.
Struktur opsin berbeda-beda pada tiap jenis fotoreseptor dan kemampuan
penyerapan cahaya retina bergantung pada jenis opsin yang dimiliki.
Sel batang memiliki jenis opsin tersendiri yang dipadukan dengan retinal
menjadi pigmen penglihatan yang disebut rhodopsin. Pada saat rhodopsin
menyerap cahaya, komponen kimiawi retina berubah bentuk dan memicu
implus saraf ke otak. Saat gelap, enzim mengubah retina kembali ke bentuk
semula dan bersama opsin membentuk rhodopsin. Cahaya terang mencegah
pembentukan kembali rhodopsin dan sel batang menjadi tidak responsif. Pada
saat inilah sel kerucut bekerja.

Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia
Terdapat tiga jenis sel kerucut dengan jenis opsin yang berbeda. Setiap
opsin akan berpadu dengan retinal. Semua pigmen penglihatan pada sel
kerucut ini disebut photopsin. Tiga jenis sel kerucut, yakni sel kerucut
merah, sel kerucut hijau, dan sel kerucut biru bergantung pada jenis
photopsinnya. Persepsi otak terhadap warna selain merah, hijau dan biru,
bergantung pada rangsang yang didapat dari dua atau tiga jenis sel kerucut.
Misalnya, jika sel kerucut merah dan hijau terangsang maka kita akan melihat
warna kuning atau oranye.

Buta warna disebabkan oleh kerusakan atau tidak terdapatnya satu jenis
sel kerucut atau lebih. Buta warna umumnya terjadi pada laki-laki karena
merupakan kelainan turunan yang terpaut kromosom X.

Di bagian fovea terdapat daerah yang peka terhadap cahaya disebut
bintik kuning, sedangkan bagian yang tidak peka terhadap cahaya disebut
bintik buta. Bayangan yang jatuh di daerah bintik buta tidak akan
diterjemahkan oleh otak sebagai bayangan.

2. Telinga
Telinga adalah organ yang terspesialisasi menerima rangsang berupa
getaran. Selain berfungsi dalam indra pendengaran, telinga juga menentukan
keseimbangan posisi kepala. Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu bagian
luar, bagian tengah, dan bagian dalam
a. Telinga Bagian Luar
Telinga bagian luar terdiri atas daun telinga dan saluran pendengaran.
Daun telinga berfungsi memaksimalkan daya tangkap getaran suara. Adapun
saluran pendengaran merupakan bagian lubang telinga. Saluran pendengaran
mempunyai mekanisme pencegahan masuknya benda asing. Mekanisme
tersebut berupa rambut kecil penyaring udara dan melapisi saluran dengan
suatu lapisan lilin. Dalam beraktivitas pasti akan selalu ada benda asing yang
masuk ke dalam saluran telinga sehingga lapisan lilin menggumpalkannya
menjadi kotoran telinga yang disebut dengan serumen
b. Telinga Bagian Tengah
Membran timpani menjadi awal dari saluran telinga bagian tengah. Pada
bagian ini, terdapat tulang-tulang kecil pendengaran yang terdiri atas.
Tulang martil (maleus), tulang landasan (incus), dan tulang sanggurdi
(stapes).


Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia


Tulang-tulang tersebut merupakan tulang terkecil yang berada dalam
tubuh kita. Namun, ketiga jenis tulang berperan penting dalam perambatan
getaran suara di dalam telinga. Dari membran timpani, getaran suara
dirambatkan ke tulang martil, lalu ke tulang landasan, dan akhirnya ke tulang
sanggurdi yang posisinya melekat dengan sebuah tingkap oval. Tingkap
oval atau tingkap jorong tersebut merupakan sebuah membran tipis di dalam
telinga.

Di bagian tengah telinga, terdapat saluran Eustachius yang menghubungkan
saluran telinga tengah dengan saluran pencernaan di rongga
mulut. Saluran tersebut menyeimbangkan tekanan udara yang berada di
bagian luar dan dalam telinga sehingga membran timpani tidak terganggu
(pecah).

c. Telinga Bagian Dalam
Di bawah tingkap oval, terdapat membran lainnya, yaitu tingkap
bundar. Dari tingkap bundar, getaran dirambatkan ke bagian telinga dalam
yang dimulai dari bagian rumah siput (cochlea). Di dalamnya terdapat suatu
cairan yang dipisahkan oleh sebuah membran. Di dalam rumah siput terdapat
juga rambut-rambut silia yang peka terhadap getaran, serta organ korti yang
merupakan organ untuk pendengaran. Getaran akan dirambatkan menuju
cairan di dalam rumah siput yang akan menggetarkan membran basal di
dalamnya sehingga menyebabkan rambut getar mengalami depolarisasi. Dari
bagian rambut getar, kemudian getaran yang datang dari luar diubah menjadi
impuls saraf yang akan dikirim ke otak menuju saraf akustik.

d. Saluran Keseimbangan
Saluran pendengaran menjadi salah satu organ
keseimbangan tubuh. Hal tersebut karena dalam saluran
pendengaran terdapat sebuah saluran kecil di atas rumah
siput yang disebut kanalis semisirkularis. Kanalis
semisiklularis terdiri atas tiga saluran setengah lingkaran.
Satu saluran berada dalam posisi horizontal yang disebut
ampula, sedangkan dua bagian lainnya dalam posisi vertikal,
yaitu skula dan utrikula.

Di dalam kanalis semisirkularis terdapat cairan dan
rambut getar yang berfungsi sebagai alat pengenal posisi
sehingga kita dapat menjaga keseimbangan tubuh. Selain itu,
di dalam saluran ini juga terdapat suatu protein dan kalsium
karbonat yang ikut menentukan posisi tubuh, yaitu otolit
(Gambar 9.27). Bersama dengan cairan yang berada di dalam
kanalis semisirkularis, otak dapat memahami posisi tubuh
kita dan mempertahankan keseimbangan posisi tubuh.

3. Hidung
Selain sebagai alat respirasi, hidung juga merupakan
organ sensorik yang terspesialisasi untuk menangkap
rangsang kimia. Di udara, rangsang kimia yang ringan dibawa dalam bentuk
gas yang kemudian diterima oleh kemoreseptor berisi silia di hidung yang
disebut reseptor olfaktori (
Silia tersebut diminyaki oleh lapisan lendir. Pada lapisan membran silia,
terdapat enzim yang akan mengkatalisis proses perubahan sinyal kimia menjadi
impuls saraf sehingga menciptakan perubahan potensial aksi. Impuls saraf
yang dihasilkan akan dikirim ke bagian otak, yaitu saraf kranial olfaktori I.
4. Lidah
Lidah merupakan bagian dari reseptor kimia tubuh lainnya. Organ yang
menerima rangsangan ini adalah ujung pengecap yang berada di lidah.
Jumlah ujung pengecap ini dapat mencapai 10.000 buah yang tersembunyi di
antara tonjolan-tonjolan lidah (papila). Perhatikan Gambar 9.29.
Setiap ujung pengecap, memiliki sensitivitas yang berbeda terhadap rasa.
Pada dasarnya, rasa sangat beragam sekali, tapi hanya ada empat macam
rasa yang umum kita kecap, yaitu manis, asin, asam, dan pahit. Setiap bagian
di lidah mempunyai sensitivitas berbeda terhadap sensasi empat rasa
tersebut.

Setiap sensasi rasa yang diberikan akan diterima oleh reseptor di dalam
ujung pengecap yang akan membuat perbedaan potensial sehingga impuls
saraf dapat dialirkan ke sistem saraf pusat. Bagian otak yang menerima
rangsangan ini adalah saraf kranial VII (fasial) dan saraf kranial IX
(glosofaringeal).
Sensasi rasa yang kita kecap dari sistem saraf pengecap, biasanya
berhubungan dengan kerja dari sistem saraf penciuman di hidung. Oleh
karena itu, pada saat kita pilek dan indra penciuman tersumbat, makanan
yang kita makan seakan tidak memiliki rasa.

5. Kulit
Kulit merupakan reseptor tubuh yang paling luas dan paling pertama
menerima informasi dari lingkungan. Di dalam kulit, tersimpan banyak sekali
reseptor mekanis (mechanoreceptor) sehingga kita dapat merasakan dingin,
panas, tekanan, hingga rasa sakit. Umumnya, reseptor berada di bawah
folikel akar rambut sehingga diduga ada hubungan antara rambut di kulit
dengan sensitivitas kulit terhadap rasa tertentu. Anda dapat membuktikan
bagaimana rasa sakit akibat rambut kaki yang dicabut jika dibandingkan
dengan rambut di kepala. Di bawah kulit, setidaknya ada lima jenis sel saraf
reseptor yang menerima informasi berbeda yaitu:

a. Ruffini, peka terhadap rangsang suhu panas;
b. Krause, peka terhadap rangsang suhu dingin;
c. Paccini, peka terhadap rangsang tekanan, dan sentuhan;
d. Meissner, peka terhadap rangsang tekanan dan sentuhan;
e. Ujung saraf bebas, peka terhadap rangsang tekanan ringan dan rasa
sakit.

Kerja kelima sel saraf tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga tipe
reseptor, yaitu termoreseptor (Ruffini dan Krause), mekanoreseptor (Meisner
dan Paccini), dan reseptor rasa sakit (ujung saraf bebas). Mekanoreseptor
banyak terdapat di ujung jari, bibir, telapak kaki, dan alat kelamin. Ujungujung
reseptor rabaan juga terdapat pada folikel rambut di dalam lapisan
dermis. Reseptor rasa sakit atau nyeri dibedakan dari mekanoreseptor karena
memang mempunyai mekanisme kerja yang berbeda.

Reseptor rasa sakit dapat dikatakan sebagai reseptor kimia yang berada
di luar hidung dan lidah. Reaksi kerja yang terjadi akibat sensasi rasa sakit di
kulit diciptakan oleh pelepasan enzim dari jaringan yang rusak atau terluka
sehingga akan mengubah protein tertentu di dalam darah menjadi suatu zat
kimia, yaitu bradikinin, yang mengaktifkan reseptor rasa sakit.


Terima kasih telah membaca dan mengerjakan soal Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia ini. Semoga kalian bisa paham dan mengerjakan soal dengan baik dan benar. Terima kasih telah mampir ya… J

Rangkuman dan Soal Sistem Alat Indra Pada Manusia


Share this article :

1 komentar:

Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

>TERIMA KASIH<

ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
 
Support : Ilmu Dunia dan Akhirat | I.D.D.A. | ILMU DUNIA DAN AKHIRAT
Copyright © 2013. I.D.D.A.╚ - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger