Ilmu Dunia dan Akhirat Blog's. Mencari, Memahami dan Menyimpulkan. Ilmu Dunia dan Akhirat.

Laporan Praktikum Ilmiah Titik Didih dan Titik Beku

Laporan Praktikum Ilmiah Titik Didih dan Titik Beku
Titik didih adalah suhu dimana cairan mendidih, dimana tekanan uap sebuah zat cair sama dengan tekanan eksternal yang dialami cairan. Larutan dapat dibagi menjadi dua berdasarkan nilai Titik didih zat terlarut. Pertama adalah Titik didih zat terlarut lebih kecil daripada pelarutnya sehingga zat terlarut lebih mudah menguap. Yang kedua adalah zat terlarut lebih besar daripada pelarutnya dan jika dipanaskan pelarut lebih dulu menguap. Kenaikan Titik didih larutan bergantung pada jenis zat terlarutnya. Dalam dunia industri, kenaikan Titik didih sangat diperlukan pemahaman mengenai kenaikan Titik didih. Banyak kegiatan industri yang menerapkan ilmu kenaikan Titik didih. Oleh karena itu penting untuk melakukan percobaan ini untuk meningkatkan pemahaman mengenai kenaikan Titik didih untuk diterapkan di dunia industri.

Titik Beku merupakan suhu pada saat tekanan uap cairan sama dengan tekanan uap padatnya, atau dengan kata lain Titik Beku adalah suhu dimana pada suhu tersebut, zat cair berubah menjadi padat. Sebagai contoh, suhu air ketika air tersebut berubah menjadi es disebut Titik Beku air. Titik Beku suatu pelarut dalam larutannya juga bergantung pada konsentrasi zat terlarut dan sifat pelarut tersebut. Pada tekanan 1 atm, air membeku pada suhu 0°C karena pada suhu itu tekanan uap air sama dengan tekanan uap es. Keberadaan zat terlarut dalam suatu larutan menyebabkan terjadinya penurunan tekanan uap jenuh pelarutnya dalam larutan tersebut dan hal ini menyebabkan Titik Beku larutan berkurang. Besarnya pengurangan Titik Beku suatu pelarut dalam larutannya tersebut kemudian dikenal dengan sebagai penurunan Titik Beku (êTf). Jika zat telarutnya merupakan zat non elektrolit, maka penurunan Titik Bekunya sebanding dengan molalitas larutan (m). Titik Beku (Tf) pelarut murni lebih tinggi daripada Titik Beku larutan. 


Penurunan Titik  Beku

A.    Tujuan
Mengamati penurunan titik beku larutan elektrolit dan nonelektrolit.
B.     Alat dan Bahan
1.      Gelas Kimia
2.      Termometer
3.      Sendok
4.      Tabung reaksi
5.      Akuades
6.      Garam dapur kasar
7.      Potongan-potongan kecil es
8.      Larutan NaCl 0,5 M
9.      Larutan urea 0,5 M
10.  Pengaduk kaca
C.    Cara Kerja
1.      Masukkan potongan-potongan kecil es ke dalam gas kimia hingga ketinggiannya mencapai  gelas.
2.      Tambahkan 10 sendok garam dapur kasar ke dalam gelas kimi berisi potongan es dan aduk hingga merata.
3.      Isi tabung reaksi dengan akuades setinggi 4cm.
4.      Masukkan tabung reaksi yang berisi akuades ke dalam gelas kimia berisi campuran es  dan garam dapur kasar.
5.      Aduklah akuadesdalam tabung reaksi dengan gerakan naik turun hingga air membeku.
6.      Ukur suhu menggunakan thermometer. Catat suhu es dalam tabung reaksi setiap satu menit sampai semua es mencair.
7.      Ulangi langkah 3, 4, 5 dan 6 untuk larutan NaCl 0,5 M dan urea 0,5 M.
D.    Hasil pengamatan

Larutan
Titik Beku
Akuades
0
NaCl 0,5 M
-2
Urea 0,5 M
-1

Larutan
Titik Beku Larutan
Titik Beku Air
Selisih Titik Beku
NaCl 0,5 M
-2
0
2
Urea 0,5 M
-1
0
1



E.     Pertanyaan
1.      Apakah fungsi garam dapur kasar yang dicampurkan dengan potongan es? Jelaskan!
2.      Mengapa selisih titik beku larutan NaCl dengan larutan urea berbeda meskipun konsentrasi nya sama?
3.      Hitunglah penurunan titik beku larutan NaCl 0,5 M dan larutan urea 0,5 M berdasarkan data di atas!
4.      Bandingkan sifat koligatif larutan elektrolit dan non elektroli berdasarkan percobaan ini!
5.      Jelaskan kesimpulan dari percobaan ini!

JAWABAN :
1.      Untuk menurunkan titik beku. Karena garam merupakan larutan elektrolit sehingga bisa menurunkan titip beku air.
2.      Karena kepekatan larutan NaCl dan urea berbeda. Semakin pekat sebuah larutan, maka titik bekunya semakin rendah pula. Bukan hanya itu saja, tetapi NaCl merupakan larutan elektrolit sehingga titik bekunya berbeda dengan urea yang termasuk larutan nonelektrolit.
3.       



4.      Sifat Koligatif larutan Elektrolit            : walaupun memiliki konsentrasi yang sama tetapi karena larutan elektrolit ion-ionnya akan mengurai sehingga partikelnya lebih banyak. Jumlah partikel yang lebih banyak, akan membuat larutan elektrolit lebih sukar membeku, sehingga membutuhkan suhu yang lebih rendah, dan waktu yang lama. Hal inilah yang membuat titik beku larutan elektrolit lebih rendah.

Sifat Koligatif larutan non-Elektrolit    : Namun, larutan non-elektrolit , ion ionnya tidak akan mengurai sehingga jumlah partikelnya lebih sedikit dari pada jumlah ion pada larutan non-elektrolit. Hal ini membuat larutan non-elektrolit lebih mudah membeku dari pada larutan elektrolit, sehingga titik beku larutan non-elektrolit lebih tinggi dari pada elektrolit
5.      Kesimpulannya adalah Titik beku  sebuah larutan juga di pengaruhi oleh larutan tersebut elektrolit atau non-elektrolit. Jika larutan tersebut elektrolit maka titik bekunya akan semakin tinggi dari pada larutan yang non-elektrolit.


Kenaikan Titik Didih Larutan

A.    Tujuan
Mengamati kenaikan titik didih larutan elektrolit dan non elektrolit
B.     Alat dan Bahan
1.      Gelas kimia                      
2.      Pembakar spritus
3.      Kaki tiga
4.      Termometer
5.      Akuadess
6.      Larutan NaCl
7.      Larutan urea
C.    Cara Kerja
1.      Masukkan akuades ke dalam gelas kimia pertama, larutan NaCl ke dalam gelas kimia kedua, dan larutan urea ke dalam gelas kimia ketiga.
2.      Didihkan ketiga larutan dalam gelas kimia tersebut secara bersamaan
3.      Ukurlah suhu larutan saat mendidih menggunakan thermometer.
4.      Catat suhu larutan dalam table pengamatan.
D.    Hasil Pengamatan

Larutan
Titik didih
akuades

NaCl

Urea



E.     Pertanyaan
1.      Hitunglah kenaikan titik didih larutan NaCl dan Larutan Urea pada percobaan tersebut!
2.      Apakah kenaikan titik didih larutan NaCl dan urea Berbeda?Jelaskan!
3.      Berdasarkan percobaan ini, bandingkan perbedaan sifat larutan elektrolit dan non elektrolit!
4.      Apa kesimpulan yang dapat di ambil dari percobaan ini?
JAWABAN :
1.      Sudah
2.      Iya, karena pada larutan NaCl yang merupakan larutan elektrolit, ionnya akan ter-ionisasi dan jumlah partikel pada NaCl akan bertambah banyak sehingga titik didihnya akan semakin tinggi.  Namun, larutan Urea merupakan larutan non-elektrolit maka ionnya tidak akan ter-ionisasi dan partikelnya tetap sehingga titik didihnya rendah.
3.      Larutan Elektrolit                       : Larutan yang dapat menghandarkan listrik sehingga terurai menjadi partikel partikel yang menjadi ion. Sehingga larutan elektrolit memiliki jumlah partikel yang lebih banyak dari pada non-elektrolit dan membuat semakin tinggi titik didih larutan elektrolit.
Larutan Non-Elektrolit  : Larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik sehingga tidak akan terurai partikelnya menjadi ion. Sehingga larutan non-elektrolit memiliki jumlah partikel yang jauh lebih kecil dari pada non-elektrolit dan membuat titik didihnya rendah.
4.      Kesimpulannya adalah Titik didih sebuah larutan juga di pengaruhi oleh larutan tersebut elektrolit atau non-elektrolit. Jika larutan tersebut elektrolit maka titik didihnya akan semakin tinggi dari pada larutan yang non-elektrolit.
Tag : SCIENCE
1 Komentar untuk "Laporan Praktikum Ilmiah Titik Didih dan Titik Beku"

Komentarlah Dengan Baik dan Benar. Jangan ada SPAM dan beri kritik saran kepada blog ILMU DUNIA DAN AKHIRAT.

Mengingat Semakin Banyak Komentar SPAM maka setiap komentar akan di seleksi. :)

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berbicara yang baik-baik atau diam." (HR. Bukhari)

>TERIMA KASIH<

ILMU DUNIA DAN AKHIRAT. Powered by Blogger.
Back To Top